Tampilkan postingan dengan label Kesendirian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesendirian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Ramadhan... Bulan Yang Penuh 'Kejutan'

Assalamualaikum...

Alhamdulillah, memasuki hari ke-12 puasa, akhirnya saya bisa sedikit sharing dan menulis lagi di blog pribadi saya ini. Sesuai dengan judul yang saya tulis, bahwa Ramadhan bagi saya adalah bulan yang penuh dengan 'kejutan'. Kejutan seperti apa? Kejutan yang diberikan dari Sang Pemilik Semesta kepada hamba-hambaNya, baik berupa ujian, cobaan, kebahagiaan, kesedihan dan pengalaman-pengalaman baru.
Bercerita mengenai kejutan, alhamdulillah, Ramadhan kali ini saya mendapat banyak sekali berkah dan rezeki yang luar biasa melimpah. Berkah dan rezeki bukan dalam hal materi saja, tapi juga dalam proses pemaknaan hidup, pendewasaan, dan penambahan wawasan. Tidak seperti Ramadhan tahun lalu, yang dilewati dengan penuh kesedihan dan perjuangan mati-matian untuk bangkit dari keterpurukan, Ramadhan kali ini alhamdulillah dirasakan jauh lebih istimewa.
Kalau bercerita mengenai Ramadhan tahun lalu, ada cobaan yang begitu berat saya rasakan dan harus saya jalani. Mungkin bagi sebagian orang cobaan ini belum seberapa, tapi bagi saya yang mentalnya masih begitu lemah dan kerdil, ini adalah cobaan yang cukup berat. Kehilangan dan kerelaan untuk melepaskan seseorang atau sesuatu yang bukan lagi milik kita memang hal yang dirasakan manusia paling berat. Apalagi jika seseorang atau sesuatu tersebut sudah menjadi bagian dari separuh kehidupan dan kesejiwaannya. Tapi, terlepas dari apapun itu, manusia tidak memiliki hak sama sekali menguasai dan menggenggam segala sesuatu yang dia miliki saat ini, karena semua itu semata-mata adalah titipan dari Rabb-nya. Manusia hanya diberikan amanah untuk menjaga, mengasihi, merawat dan melindungi segala yang dititipkan Rabb pada nya.
Keterpurukan saya beberapa bulan sebelum Ramadhan membuat saya belajar banyak hal. Belajar menerima, belajar menjadi orang yang lebih sabar, belajar menjadi orang yang lebih ikhlas dan belajar memaknai bahwa begitu kecilnya kekuasaan dan daya manusia di hadapan Tuhannya. Alhamdulillah, tahun lalu ketika mengalami masa getir saya masih dipertemukan dengan Ramadhan. Bulan suci nan mulia dimana di dalamnya terdapat begitu banyak hikmah, berkah, ampunan dan karunia yang diberikan ALLAH kepada hamba-hambaNya. Alhamdulillah lagi, momentum Ramadhan tahun lalu saya jadikan sarana untuk belajar, introspeksi diri, bertaubat, merenungi segala dosa dan kesalahan yang pernah saya buat di tahun-tahun sebelumnya, muhasabah diri dan bertekad untuk terus memperbaiki diri serta melupakan masa lalu yang begitu menyakitkan.
Sungguh suatu kejutan yang 'indah' bagi jiwa dan diri saya menghadapi Ramadhan tahun lalu. Air mata penyesalan yang tumpah di waktu-waktu solat, waktu-waktu bermunajat, membuat saya menjadi semakin kuat, sabar dan ikhlas. Meskipun  tentu semuanya membutuhkan proses yang tidak mudah dan singkat. Sebagai manusia yang mungkin selama ini saya begitu sombong, terlalu percaya diri, dan melupakan kehadiranNya, saat itu saya merasa menjadi manusia yang begitu hina, penuh dosa, kecil dan tidak berdaya sama sekali... Saya begitu merasa terpuruk dan jatuh... Malu.... bahkan saking malunya, untuk berdoa dan meminta ampunanNya pun saya ragu... Ragu bukan karena khawatir apakah ALLAH akan mengampuni saya, tapi ragu apakah manusia hina seperti saya masih pantas untuk memohon ampun dan mengiba permintaannya dikabulkan. Bisa dibilang, saya berada di titik nol. Titik nadir. Dimana manusia merasa begitu kosong, lemah dan hancur....
Alhamdulillah, berkat segala hidayahNya dan pertolonganNya, ALLAH menguatkan saya. ALLAH membangkitkan harapan dan rasa percaya saya bahwa saya bukan satu-satunya manusia yang hancur dan lemah. Saya bukan satu-satunya manusia yang menangis sendirian, menahan kencangnya suara tangisan ketika bermunajat kepadaNya, dan ALLAH menguatkan saya bahwa Dia akan melimpahkan rahmatNya kepada manusia-manusia seperti saya. Yap, selama ini, tepatnya Ramadhan tahun kemarin sampai beberapa bulan kemarin, saya selalu mencurahkan segala isi hati saya hanya kepadaNya. Bahkan sampai menangis pun begitu tersedu berkali-kali di hadapanNya. Sepanjang hidup, baru kali ini saya merasakan sakitnya menahan air mata yang tumpah... Dalam kesendirian ketika usai sholat, berkali-kali saya menahan tangis saya... Bukan menahan untuk tidak menangis, tapi menahan supaya suara tangisan saya tidak terdengar orang lain... Rasanya ingin sekali menangis terguguk, teriak, seperti seorang bayi yang kelaparan meminta air susu ibunya, tapi saya tidak bisa. Saya tidak ingin orang lain tahu betapa hancurnya perasaan saya saat itu. Sesedih apapun itu, saya harus bisa kelihatan kuat dihadapan orang lain, meskipun saya bukan orang yang pandai mengubah ekspresi dan berpura-pura.
Dan kini... setelah satu tahun berlalu dari Ramadhan tahun lalu, saya bisa tersenyum senang di Ramadhan kali ini. Tersenyum senang dan bahagia karena saya merasa saya telah mampu melewati semua cobaan dan keterpurukan yang pernah saya rasakan.Saya begitu bersyukur atas pencapaian dan apa yang saya dapat selama setahun ini. Kesalahan di masa lalu membuat saya banyak sekali belajar mengenai hidup. Prosesnya dan bagaimana cara memaknainya. Alhamdulillah, tahun ini saya dipertemukan dengan teman-teman yang luar biasa solid, membahagiakan, saling support, insya ALLAH sholeh dan sholehah, kehidupan dan lingkungan pekerjaan yang membuat saya nyaman, beberapa pengalaman baru, bertemu orang-orang baru yang membuat saya kembali banyak belajar memahami hidup dan karakter manusia yang berbeda-beda, serta pengalaman-pengalaman baru bertemu orang-orang yang selama ini tidak pernah saya duga dan rencanakan. Alhamdulillah, itu semua membuat saya merasa lebih hidup, merasa lebih berarti dan bisa menghargai setiap prosesnya.
Itulah yang dinamakan kejutan. Manusia tidak bisa memilih (meski bisa mengusahakan) dengan siapa dia akan bertemu, dengan siapa dia menghabiskan waktu, dengan siapa dia menangis dan tertawa, manusia pun tidak bisa memilih seperti apa jalan hidupnya. Karena kehidupan adalah runtutan proses terbukanya kotak kejutan-kejutan yang ada di hadapan kita, yang telah disediakan oleh Sang Pemilik Skenario Terbaik, ALLAH SWT. 
Nyatanya memang benar mengenai ungkapan ini: jika seseorang pergi dari kehidupanmu, maka kepergiannya akan membuka banyak pintu bagi orang lain yang jauh lebih baik untuk datang ke kehidupanmu. Dan saya percaya itu :)
Akhirnya, saat ini yang harus saya lakukan adalah, saya harus terus memperbaiki diri, istiqomah terhadap perubahan-perubahan yang sudah saya lakukan menuju ke arah yang lebih baik, banyak bersyukur, makin berpikir dewasa, tidak mudah tergoda oleh kemewahan dan kilau dunia karena sesungguhnya manusia di dunia hanya mampir. Saya berharap, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir saya sendiri,Ramadhan terakhir saya melajang. Semoga di tahun depan, Ramadhan saya bisa lebih berkah karena sudah hadirnya seorang suami yang menjadi imam dan penuntun saya menuju surgaNya. Aamiin Ya Rabbal 'alamin...

Wassalamualaikum...

Jumat, 06 Juni 2014

Guru Favorit Tidak Sama Dengan Guru Terbaik

Assalamualaikum...
Beberapa waktu lalu bertepatan dengan acara perpisahan kelas XII, alhamdulillah saya mendapat achievement sebagai guru terfavorit versi siswa/i. Memang bukan penghargaan yang besar bagi sebagian orang, tapi ini merupakan salah satu penghargaan terbaik yang pernah saya dapatkan selama empat tahun berkarir sebagai guru.
Empat tahun memang bukan waktu yang lama untuk berkarir sebagai guru. Bahkan menjadi guru atau tenaga pengajar sebenarnya tidak berkaitan dengan background pendidikan akhir saya di bidang keperawatan. Tapi rencana Allah yang menuntun saya berada di dunia pendidikan dan akhirnya mau tidak mau saya jalani sampai saat ini. Selama berkarir, memang belum banyak pengalaman dan pencapaian yang saya dapatkan. Tapi saya berusaha menjadi orang yang mensyukuri apapun itu baik hal yang positif dan negatif yang saya dapatkan selama bekerja sebagai guru. Guru yang saya bicarakan disini adalah guru yang masih sebagai tenaga honorer, masih muda, masih minim pengalaman dan masih harus banyak belajar. Terutama belajar menghadapi banyak siswa dengan berbagai macam karakter yang jika dibandingkan dengan dulu sudah sangat kompleks dan disertai dengan masalah yang juga tidak mudah dihadapi.
Guru Favorit Tidak Sama Dengan Guru Terbaik! Yap, itu adalah opini saya. Bagi saya, guru favorit belum tentu bisa menjadi guru yang baik. Karena guru favorit dipilih berdasarkan voting, sangat bersifat subjektif dan biasanya dipilih langsung oleh siswa. Biasanya siswa memilih seorang guru sebagai guru favorit bukan berdasarkan prestasi atau lamanya pengalaman guru tersebut dalam mengajar, tetapi berdasarkan kenyamanan mereka diajar dan berhadapan dengan guru yang bersangkutan.
Sebagai seorang guru muda yang menjadi favorit bagi siswa, saya merasa sangat bersyukur. Akan tetapi, saya juga sekaligus merasa sedikit terbebani karena jujur saja mereka menobatkan saya sebagai guru terfavorit dalam hal apa itu yang masih harus saya kaji. Saya jadi berpikir ulang, apakah saya cukup pantas dianggap sebagai guru favorit?? Apakah selama ini cara mengajar dan mendidik siswa sudah dianggap baik dihadapan mereka? Atau apakah selama ini cara pendekatan saya kepada mereka sudah dianggapn cukup berhasil?
Rasanya saya masih harus banyak belajar mengenai itu semua. Kalau boleh saya berpendapat, mungkin mereka menyukai saya karena selama ini setiap kali mengajar saya berusaha menempatkan diri saya dalam posisi mereka. Bukan berarti saya memanjakan mereka, obral dalam memberi nilai, terlalu baik sehingga mereka bisa meremehkan saya, tapi justru sebaliknya. Selama ini saya lebih menekankan pada pendekatan selayaknya teman, teman dengan batasan-batasan tertentu.
Saya hapal betul karakter anak zaman sekarang, ketika kita sebagai guru dan orang tua mereka di sekolah menganggap mereka sebagai teman dan memiliki kedekatan sendiri, biasanya banyak siswa yang memanfaatkan itu sehingga akhirnya hubungan kedekatan yang terjalin disalahartikan, sehingga siswa menjadi tidak tahu batasannya, tidak tahu bagaimana harus bersikap santun dihadapan guru karena dia merasa sudah cukup nyaman menganggap gurunya sebagai teman.
Pertama kali saya terjun di dunia pendidikan dan berhadapan dengan siswa, saya sadar, sebagai guru baru yang masih muda dan minim pengalaman, saya harus bisa menempatkan diri, saya harus punya karakter. Karakter dalam bersikap di depan mereka, sekaligus karakter dalam cara mengajar di depan kelas. Karakter yang muncul tentunya saling berkaitan erat dengan karakter pribadi saya sendiri. Saya orang yang berusaha on time dalam kesempatan apapun termasuk masuk ke kelas, saya juga dikenal dengan sifat disiplin terutama disiplin dalam menanamkan nilai nilai moral dan kesopanan, dan saya juga lebih senang serius dalam mengajar, dan berusaha seimbang memberikan reward dan punishment kepada siswa sebagai salah satu cara memotivasi mereka.
Saya akui, mungkin ketika mengajar dan memaparkan materi, saya bisa sangat serius, bahkan mungkin jarang bercanda. Karena memang karakter saya seperti itu. Tapi, saya juga bukan orang yang kaku untuk diajak bercanda tentunya melihat konteks dan situasi pada saat itu.
Bagi saya, mungkin mudah saja memberikan nilai 100, akan tetapi jika itu tidak didukung dengan attitude yang baik, nilai 100 itu bisa saja bernilai 0. Di zaman sekarang, jarang sekali orang yang menghargai proses. Semuanya berfokus pada hasil. Terbukti dengan semakin banyaknya cara membuat segala sesuatunya menjadi jauh lebih mudah dengan cara cara instan yang didukung dengan kemajuan teknologi. Apalagi di dunia pendidikan, bagi saya, nilai itu tidak berarti apa apa. Karena siapapun bisa memanipulasinya. Yang terpenting adalah proses dan praktik dalam memperoleh nilai tersebut. Toh, nilai-nilai tersebut pun tidak akan bermanfaat membantuk manusia dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari yang mereka hadapi.

Kembali ke judul...
Untuk menjadi guru favorit mungkin mudah saja, tinggal berupaya mengambil hati siswa tanpa mempedulikan esensinya. Tapi untuk menjadi guru terbaik rasanya akan sangat sulit. Karena seorang guru yang terbaik tentunya masih harus terus belajar menangani siswa, dengan karakter yang berbeda-beda dan masalah yang jauh lebih kompleks, selain itu guru terbaik tentunya harus bisa memenuhi kewajiban adminstratif sebagai tenaga pengajar seperti RPP, Silabus dll. Guru yang baik adalah guru yang mampu menerapkan karakter positif kepada siswanya dan selalu diingat menjadi pelajaran hidup di masa depan bagi siswa/i nya. Guru terbaik adalah guru yang mampu menjadi panutan, teladan, dan mampu mengakui jika dirinya tidak sempurna dan masih harus banyak belajar, tidak malu mengakui kesalahannya di hadapan siswa, bukan guru yang otoriter, galak, ditakuti siswa dan selalu menganggap dirinya paling benar dan tidak pernah salah.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menginspirasi bagi siapapun yang membaca. Intinya, sebagai agent of change, ujung tombak perubahan generasi penerus, kita tidak boleh cepat puas dan lelah dalam memberikan yang terbaik. Terus mengupgrade diri, baik dari segi ilmu pengetahuan dan kecerdasan emosional kita dalam menghadapi anak didik :) Insya ALLAH next time saya akan share hal hal lain yang berkaitan dengan suka duka dalam dunia pendidikan

Wassalamualaikum

Senin, 24 Maret 2014

Masih Untuk Dia

Masih untuk dia...
Titip dia ya Allah, 
Jaga dia seperti Engkau menjaga ku 
Selalu sabarkan dia, 
Bangunkan dia ketika adzan subuh Mu memanggil.
Karena setiap hari hati ingin sekali bertanya, bagaimana ia bisa memulai hari jika melewatkan subuhnya? Ingatkan dia untuk pulang ke rumah saat maghrib Mu berkumandang 
Dekap dia dalam sujudnya sebelum tidur 
Biarkan dia terjaga dalam tahajjudnya di malam hari hanya untuk meminta petunjuk Mu.
Dan ketika meragu, bisikkan kepada nya untuk segera beristikharah. 
Karena sungguh aku tidak bisa menjangkaunya 
Jadikan dia pribadi yang hebat yang bisa menguatkan aku kelak... 
Jadikan bahunya satu-satunya tempat aku bersandar... 
Jadikan tangannya satu-satunya yang menghapus air mataku.. 
Jadikan dekapannya yang paling menenangkan aku..
Jadikan dia Ayah yang hebat bagi anak-anak ku kelak..
Lalu aku mohon, ya Allah.. 
Kuatkanlah kedua tangannya untuk mencari rizqi Mu.. 
Jangan ganti senyum manisnya dengan amarah, karena disitulah separuh kekuatanku 
Meski mungkin sekalipun aku belum pernah mengenalnya, meski hatiku menerka-nerka wajahnya, warna bola matanya, dan siapa namanya. 
Entah dia datang dari masa lalu atau memang benar-benar orang yang baru yang akan aku kenal..
Katakan kepadanya, aku menunggunya... 
Selalu dalam tiap sujudku, aku mendoakannya... 
Sampaikan salam ku untuk dia yang akan mendampingiku kelak, ya Allah.
Untuk dia yang nantinya hanya satu-satunya lelaki yang aku cintai dan mencintai aku. 
Katakan kepadanya, bahwa setelah mendoakan kedua orang tuaku dan keselamatan diriku, doaku tak pernah putus untuknya.. 
Dalam hajat ku, istikharah ku, juga tahajjudku..
Aku menunggu imam hatiku menemukan aku. 
Dia satu-satunya lelaki yang selalu aku doakan untuk menjadi pendamping hidupku... 
Ya Allah, jangan pernah bosan mendengarkan doa hamba, yang masih untuk dia.


 Puisi ini diambil dari blog milik Puput Utami

Sabar, Jawabannya...

Assalamualaikum... Rasanya udah lama banget gak menulis sesuatu di blog pribadiku ini. Tulisan terakhir adalah tulisan yang isinya penuh dengan kesedihan dan kegalauan... heheh kalau baca lagi jadi malu sendiri. Jadi ngerasa betapa saat itu aku jadi wanita yang lemah. Ngerasa cengeng dan kayanya cuma bisa ngeluh aja. Padahal, bagaimanapun rasanya, dan apapun keadaannya sudah seharusnya wanita bisa menguatkan dirinya, demi dirinya sendiri, orang sekitarnya dan keluarganya... Kali ini sebenernya bingung mau nulis apa. Mungkin hanya sekedar sharing dan curhat mengenai apa yang aku rasakan dan aku alami saat ini. Semua orang pernah berbuat dosa, berbuat kesalahan, punya masa lalu yang buruk dan mungkin memalukan. Semua manusia pasti pernah menangis, jatuh dan terpuruk karena cobaan yang Allah berikan untuk hidupnya. Termasuk aku sendiri. Beberapa bulan lalu mungkin aku pernah berada di fase itu. Fase dimana merasakan kesedihan yang mendalam, galau, kemarahan yang tertanam di hati, kehilangan, penolakan akan kenyataan yang terjadi... Rasanya seperti kehilangan arah, useless, merasa paling buruk dihadapan manusia bahkan dihadapan Allah SWT. Yang bikin makin merasa down dan sedih adalah, perasaan menjadi manusia yang paling hina dan buruk di hadapan ALLAH karena aku sadar begitu banyak kesalahan dan dosa yang aku lakukan beberapa tahun belakangan ini. Kalau digambarkan saat itu rasanya aku benar-benar merasa begitu terpuruk, jangankan untuk bangkit berdiri, rasanya untuk mendongakkan kepala pun susah dan begitu berat. Mungkin karena aku terlalu malu meminta pertolongan dari ALLAH SWT. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku belajar pelan-pelan untuk berdamai dengan kenyataan. Berkali-kali aku bicara pada diriku sendiri, bahwa aku harus kuat, tegar, sabar, move on dan terus berusaha tersenyum.... Aku bukan wanita yang sempurna dan tegar luar biasa. Ada saatnya aku menjadi lemah dan membutuhkan orang lain sebagai tempat curhat dan berbagi rasa. Rasanya sudah begitu banyak keluarga dan sahabat yang saat itu menjadi bagian dari orang-orang yang mendengar keterpurukanku. Walaupun di satu sisi aku berusaha tegar di hadapan mereka, tapi aku bukanlah orang yang pandai berpura-pura menutupi kesedihanku. Tapi, sebanyak apapun orang-orang yang mendengar ceritaku, memberi solusi akan masalah yang aku hadapi, rasanya mereka gak akan pernah mengerti dan sanggup membuat aku benar-benar bangkit dan move on. Aku sadar, yang bisa membuatku bangkit dan berani mendongakkan kepala hanya diriku sendiri. Tapi aku sadar, semuanya kembali lagi pada pertolongan ALLAH SWT. Kekuatanku untuk mendongakkan kepala, bangkit dan melangkah lagi semuanya berasal dari ALLAH. Dia lah yang Maha Kuasa dan Maha Memiliki Kekuatan. Subhanallah... Apa yang bisa membuat aku akhirnya bisa melupakan kesedihan, kembali melangkah dan akhirnya aku bisa menuliskan semuanya di blog ini adalah berkat pertolongan ALLAH. Pertolongan ALLAH yang aku kejar lewat sholatku, doa-doa ku, air mata ku yang kadang sulit aku bendung ketika berdoa usai sholat. Mungkin orang-orang sekitar bertanya-tanya karena mereka sering melihat mataku sembap. Pasti mereka berpikir aku sering menangis tiap malam. Bahkan ada seorang teman yang pernah menanyakan kepadaku kenapa mataku sering terlihat sembap. Saat aku digoda karena mereka mengira aku menangisi seseorang atau sesuatu, aku hanya tersenyum. Memang sulit rasanya menutupi sesuatu apalagi itu dari sorot mata. Tapi aku tidak pernah khawatir jika mataku sembap karena akibat menangisi dosa-dosa ku, ketika selesai solat. Bukan menangisi seseorang atau sesuatu yang berkaitan dengan duniawi. Karena itu sebagai bukti penyesalan diriku atas dosa dan kesalahan yang aku pernah perbuat. Yang aku bisa harapkan adalah, bahwa kelak suatu saat nanti, air mata penyesalan dan ketulusan yang keluar itu bisa menjadi air mata yang mematikan api neraka di akhirat nanti... Amin ya Rabb... Selain pertolongan dari ALLAH, aku banyak memperbaiki diri lewat buku-buku agama yang aku baca. Memang belum banyak. Dan akupun masih dalam proses menyerap juga mempelajari. Tapi alhamdulillah, buku-buku itu mampu membuka hatiku, mampu melembutkan hatiku untuk bisa ikhlas dan terus bersabar menjalani segalanya. Untuk membuatku yakin bahwa ALLAH selalu bersama hamba-hambaNya yang ingin memperbaiki diri... Dan semuanya itu membuatku merasa tidak pernah takut dan khawatir akan segala sesuatu yang nanti akan terjadi dalam hidupku, karena aku sangat percaya bahwa ALLAH punya rencana yang pasti selalu baik bagi hambaNya. Karena dialah Yang Maha Kuasa, Maha Memiliki Segalanya. Tugas manusia hanyalah percaya dan mendekatkan diri padaNya. Dan saat ini, saat saya menulis postingan ini, aku merasa jauuuh lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya. Hatiku menjadi lebih tenang, aku pun sedang memompa semangat untuk diri aku sendiri agar bisa terus memperbaiki diri, memperbaiki sikap, akhlak, dan ibadahku di hadadapan ALLAH SWT. Karena aku sangat menyadari bahwa perbaikan yang aku jalani saat ini masih jauh dari sempurna. Aku ingin sekali menjalankan semuanya dengan kaffah dan istiqomah. Bukan sementara hanya karena momentum tertentu saja... Semoga ALLAH kelak terus menguatkan langkahku untuk senantiasa berjalan di jalanNya. Amin ya Rabb... Wassalamualaikum..

Jumat, 28 Juni 2013

Talking about Marriage

Sudah lama gak posting something di blog ini...
Dan sekarang saya kembali membawa sebuah topik yang cukup 'berat', yaitu tentang pernikahan. Well, sebenernya gak pengen terlalu eksplor mengenai masalah yang satu ini, karena bagi saya seorang wanita yang berusia 'rawan' ini membicarakan tentang pernikahan agak sedikit memberi tekanan dan kegalauan tersendiri.
Berbicara tentang pernikahan di usia saya yang September ini menginjak usia ke-25, memang sejujurnya membuat saya dan mungkin wanita seusia saya merasa agak sedikit tertekan. Mungkin bagi sebagian orang akan bertanya, kenapa bisa sampai membuat tertekan? Bukankah usia 25 masih relatif dikatakan masih muda dan belum terlambat untuk menikah? Yes! Itu betul. Tapi tahukah bahwa menginjak usia ke-25 segala sesuatunya terasa begitu cepat dan 'kritis'. Sebenarnya yang membuat tertekan itu bukan angka 25-nya, tapi lingkungan yang terus terusan memberikan pressure. 
Yap, berada di lingkungan teman-teman yang rata-rata sudah menikah, akan menikah, baru menikah bahkan sudah memiliki baby dan menjadi ibu muda itu yang membuat tertekan. Kenapa? Ya karena topiknya menurut saya yang masih melajang terasa berat. Berat karena bahkan saya tidak tahu harus mulai darimana menjalankan kisah saya seperti mereka yang begitu bahagia, sementara saya sendiri baru mengalami kisah yang begitu berat dan memberi tekanan yang cukup berat di beberapa hari terakhir ini.
Semua wanita memiliki impian yang sama: menikah dengan pria yang dia cintai dan begitu mencintainya. Begitupun dengan saya. Mimpi itu sudah kami pupuk sejak awal menjalin hubungan. Sampai tahun keempat kami masih mencoba menyempurnakan mimpi itu. Tapi, ketika semuanya mulai menjadi sempurna, tiba-tiba saja badai ujian menghantam tiba-tiba dengan begitu kerasnya.
Saya harus mengakhiri hubungan yang terjalin selama empat tahun ini, hubungan yang di dalamnya terdapat begitu banyak kenangan indah, begitu banyak mimpi dan angan yang indah, cita-cita yang indah, rencana yang saya anggap sebentar lagi akan menjadi nyata, tapi nyatanya hanya cukup menjadi rencana yang tidak pernah terwujud.
Sakit? Pasti. Kecewa? Jangan ditanya. Hancur? Tentu. Lega? Sedikit. Yap, semua rasa menyatu, positif dan negatif. Mixed feelings. Apalagi ketika permasalahan ini sudah menyangkut hati keluarga saya. Hati ibu, mamah dan bapak, yang saya tahu pasti mereka juga ikut bersedih. Orang tua manapun akan merasa ikut sakit dan sedih melihat anaknya 'jatuh' seperti ini. Kesedihan yang orang tua saya alami itu yang makin membuat saya merasa 'jatuh'. Karena saya merasa telah mengecewakan mereka. Sungguh saya tak sampai hati melihat orang tua sedih apalagi sampai menangis di depan mata dan mereka menangis karena tak kuasa melihat anaknya yang juga bersedih.
Saya coba keep semua perasaan ini. Saya mencoba menyelesaikannya sendiri. Saya coba kuat dan menahan air mata di depan mereka. Tapi nyatanya untuk masalah kali ini, saya tidak sekuat itu. 
Bisakah dibayangkan gimana rasanya jadi saya? Ketika sudah mulai membicarakan soal pernikahan dan membuat semua rencana menjadi nyata, tapi semuanya harus berakhir begitu saja. Bahkan berakhir hanya karena alasan yang menurut saya tidak cukup worth it sehingga harus mengorbankan hubungan jarak jauh yang sudah susah payah dibangun selama empat tahun ini??!
Kalau boleh saya ceritakan sedikit di sini, hubungan kami harus berakhir bukan karena masalah diantara pribadi kami berdua. Tapi karena orang lain diluar kami, orang tua, mantan-calon-ibu-mertua saya, tepatnya.
Di usia keempat tahun hubungan kami, entah kenapa tiba-tiba beliau mengatakan kalau tidak setuju jika hubungan kami dilanjutkan sampai pernikahan.Dengan berbagai alasan yang sayangnya tidak diungkapkan sendiri dan langsung kepada saya, tapi diungkapkan melalui anak laki-lakinya. Berbagai alasan yang menurut saya tidak masuk akal, tidak krusial dan sama sekali tidak worth it jika hanya karena alasan itu yang harus membuat kami mengakhiri begitu saja hubungan kami. 
Restu orang tua memang penting. Ketidakrestuan orang tua terhadap pernikahan anaknya saya rasa bisa digagalkan dengan perjuangan kami. Tapi saya merasa hanya berjuang sendiri. Saya kecewa, karena laki-laki yang selama ini mengajarkan saya tidak pernah putus asa dan tidak pernah menyerah untuk terus memperjuangkan sesuatu, bahkan tidak berjuang cukup keras untuk memperjuangkan saya dan hubungan kami di depan orang tuanya.
Dalam hal seperti ini, seorang laki-laki harus bisa tegas memperjuangkan dan mengambil keputusan demi masa depannya sendiri. Itupun kalau dia merasa hubungan kami memang worth it untuk diperjuangkan. Tapi dari kenyataan yang saya hadapi, saya sadar ternyata bagi dia mungkin hubungan yang kami jalani tidak cukup berarti. 
Dan akhirnya saya harus kuat menjalani semua ini. Life must go on. Mungkin hanya terhenti sekejap, tapi saya sadar saya tidak boleh larut dalam kesedihan dan keterpurukan ini. Saya yakin, semuanya akan indah pada waktunya. Allah mungkin punya rencana indah lain yang Dia siapkan untuk saya. Mungkin jalan saya di depan tidak akan lurus, penuh tikungan dan tanjakan, tapi saya percaya dibalik setiap tanjakan dan tikungan yang saya hadapi ada sebuah keindahan di dalamnya.
Dan pada akhirnya saya harus mengakui bahwa kesimpulan dari semua ini adalah: Tidak jodoh. Bukan jodoh. Belum waktunya. Pernyataan yang sederhana, jelas maknanya, tapi menyakitkan.
10 Hari berlalu, saya sudah merasa cukup kuat. Tidak ada lagi air mata, meski masih ada perasaan tidak percaya, kehilangan, kekecewaan dan luka yang masih menganga. Tapi saya harus realistis. Mungkin lebih baik berakhir sebelum menuju pernikahan daripada saya harus menjalani pernikahan yang penuh air mata. 
Mengutip sebuah buku tentang pernikahan AKU, KAU DAN KUA: 
" Apabila Anda ditinggalkan atau dikecewakan orang yang sangat Anda cintai, biarkan saja. Seharusnya Anda kasihan padanya. Anda hanya kehilangan orang yang tidak mencintai Anda. Sedangkan dia? Dia baru saja kehilangan orang yang sangat mencintai dirinya, andai ia tahu. Lalu untuk apa Anda tenggelam dalam rasa kecewa? Lanjutkan hidup. Anda lebih layak untuk mendapat pasangan hidup yang lebih baik."

Senin, 16 Juli 2012

Simply Photoshoot

Long time no update my personal blog... Soalnya sebagian besar waktu habis buat ngurus jualan online. Next time insya ALLAH akan share tentang bisnis online yang hampir 2 tahunan ini dijalani yaa... Buat postingan kali ini akan share foto-foto iseng ala foto model papan atas :P










Senin, 07 November 2011

The Comfy Grey






My New Hijab Style

Assalamualaikum!
Hai long time no see and no update my personal blog! Hihi lama gak update postingan akhirnya saya muncul dengan postingan gaya jilbab terbaru yang lagi haopening! Yup, gaya jilbab yg lagi happening sekarang itu model-mode hijab arab dan syria, yaitu hijab yang menggunakan dalaman arab, ciput nija yang menutupi sampai dada, dan kerudung atau hijabnya dari shawl/scraf yang berbentuk persegi panjang yang bahannya dari kaos, katun, dan coraknya dari yang polos sampai yang bercorak bunga-bunga. Dan.. foto-foto di bawah ini adalah beberapa hasil jepretan saya menggunakan cotton shawl juga ciput arab dan dalaman ninja! Stylenya simpel, mudah untuk diaplikasikan karena style yang saya pakai merupakan salah satu hijab style yang paling dasar dan simpel...






Selasa, 04 Oktober 2011

Tried some Hijab Tutorials


all the hijab styles are inspired from Such! Utami. Really sorry for a bit messy room and low quality pictures (all taken from webcam :P). Please leave any comment to give your opinion which one the best for me :)

Kamis, 17 Maret 2011

Sok Tahu Tentang Cinta

Cinta... setahu saya adalah tempat segala sesuatu terjadi... tempat berkembangnya dan layunya perasaan.. tempat pergolakan berbagai macam rasa...
Tempat dimana benci, rindu, gelisah, kasih, bahkan rasa yang mati bergolak... menempel.. memenuhi ruang hati...
Cinta... sepengetahuan saya: bukan sekedar kamu, Anda, dia.. bukan juga sekedar saya, aku... Cinta adalah kita, kami.
Cinta... sepengetahuan saya tidak memperbolehkan pelanggaran garis-garis kepercayaan
Cinta... sepengetahuan saya tidak memperkenankan guratan-guratan kebohongan...
Cinta ... sepengetahuan saya, selalu mengedepankan kata TULUS
Cinta... sepengetahuan saya, selalu menjunjung tinggi HATI dan PERASAAN
Cinta... sepengetahuan saya, bukan berbicara mengenai seberapa banyak Anda atau Saya memberi. Bukan pula berbicara seberapa banyak Anda atau Saya menerima. 
Cinta...sepengetahuan saya, membahagiakan dan dibahagiakan...
Cinta... sepengetahuan saya, mengedepankan nilai0nilai kejujuran dan keterbukaan
Cinta... sepengetahuan saya, bukan melepaskan begitu saja, melainkan memahami keterikatan hati...
Cinta.. sepengetahuan saya, bukan hanya melihat dan memutuskan... tapi mempelajari dan menjalani...
Cinta... sepengetahuan saya, bukan berbicara tentang perbedaan dan persamaan, tapi cinta berbicara tentang cara...
Cara menerima perbedaan, dan cara agar persamaan tidak menjadi kejenuhan..
Cinta.. sepengetahuan saya, bukan disakiti dan menyakiti... Tapi cara mengobati rasa sakit
Cinta... sepengetahuan saya, bukan meninggalkan dan ditinggalkan.. Tapi cinta adalah cara saya bertahan...
Dan cinta... hanya dapat dibuktikan dengan waktu


also available at here

Opini Saya Tentang Pasangan Hidup

Siapakah pasangan hidup kamu? Siapakah pasangan hidup saya? Sudah siapkah saya atau kamu menjadi pasangan hidup, pasangan mu?

Berbicara pasangan hidup nyatanya adalah rahasia Tuhan. Tapi manusia memilki fitrah untuk mencari dan mengusahakannya.

Hanya ingin mengumpulkan beberapa opini dari orang lain dan saya rangkum di otak saya... Karena menurut saya, beberapa opini itu ada benarnya...

"Pasangan hidup adalah cerminan diri. Sebaik apakah dia, maka menggambarkan sebaik apa kita. Seburuk apakah dia, maka seburuk itu pula diri kita.'

Ya, nyatanya pasangan hidup atau jodoh mungkin memang benar adanya. Dia hadir sebagai cermin dari diri kita. Biasanya 2 orang lebih mudah bersatu dan menjalani satu hubungan karena banyaknya kesamaan satu sama lain. Akan lebih susah rasanya jika terlalu banyak perbedaan yang muncul, meski dengan adanya perbedaan kita dan pasangan akan saling melengkapi. Tapi nyatanya usaha kita untuk menyatukan perbedaan akan lebih susah, dibanding jika menyatukan sesuatu yang sudah sama.

"Jangan memilih wanita atau pria yang cantik atau kaya untuk dijadikan pasangan hidupmu.'

Sepertinya kalimat di atas terlalu mendoktrin dan bertentangan dengan pendapat beberapa orang. Tapi saya percaya dengan opini di atas. Bayangkan jika saya memiliki suami yang tampan, mapan, dan menjadi 'everyone's sweetheart' tentunya kan membuat saya sebagai isteri menjadi tidak tenang. Karena dia selalu menjadi pujaan banyak orang. Terlalu banyak wanita yang lebih cantik di luar sana yang mengincarnya. Begitupun dengan seorangsuami yang memiiki isteri yang cantik. Pasti bakal lebih susah menjaganya. Bahkan dari sebuah penelitian saya pernah membaca, seseorang yang merasa dirinya 'lebih', lebih cantik, lebih kaya,lebih mapan akan merasa dirinya cenderung tinggi dan memiliki kekuasaan. Rasanya mereka tidak akan pernah puas mengejar ambisi dan melihat orang-orang di sekitarnya mengagumi kelebihan yang mereka miliki.
Seorang wanita yang merasa dirinya cantik, memiliki kecenderungan untuk menyimpan perasaan tidak pernah puas terhadap lawan jenisnya dan memiliki kepuasan jika dapat memiliki banyak penggemar, begitu juga dengan laki-laki yang merasa dirinya tampan.

Pengalaman beberapa teman, memang menceritakan seperti itu. Bahkan seorang teman saya pernah bercerita kalau mantan suaminya sangat tampan, orang-orang di sekitarnya juga merasa mereka adalah pasangan yang paling serasi. Tapi kenyataannya dia (laki-laki) itu bukan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Dan masih ada beberapa cerita serupa.

Mengingat perkataan seseorang yang lebih tua di sana: 'Carilah pasangan hidup yang terlihat tampan hanya di hadapan kamu, dan terlihat biasa saja di hadapan orang banyak' Artinya ketampanan yang dia punya tidak bisa menjadi konsumsi orang banyak, dan hanya bisa dilihat oleh mata hati kita, orang yang begitu mencintainya...

Dan selalulah ingat, pasangan hidup bukan untuk sehari dua hari, seminggu-dua minggu, atau hanya beberapa tahun. Tapi untuk selamanya.. Jadi, janganlah terlalu mengedepankan fisik dan materi semata. Karena segala sesuatu yang berbentuk fisik dan materi tidak ada yang abadi...

also available at here

Senin, 10 Januari 2011

Postingan Pertama di Tahun 2011

Assalamualaikum..

Huaaa... setelah sekian lama akhirnya bisa juga nge-blog. Sebenernya bisa aja siy ngeblog mah. Cuma gue berasa gak mood buat nulis aja. Sebenernya banyak juga yang mau diceritain dan di share di sini.. cuma ya itu.. susahnya ngumpulin mood yang oke buat nulis..
Well, beberapa hal baru yang ingin gue share di sini adalah:
1. Gue punya keponakan kucing *hehehe.. aneh ya? maksudnya anaknya kucing gue yang besar si Embip dan ditambah 1 lagi kucing persia pemberian dari teman adik gue..
Dua-duanya masih kecil, masih suka maenan dan minum susu. Perutnya gendut dan punya kebiasaan aneh: makan tanah dan lumut... hahaa
2. Gue udah mulai kerja lagi setelah libur 2 minggu berkaitan dengan liburan anak sekolah. Yap gini deh enaknya jadi guru, kalau muridnya libur, gurunya juga libur.. Padahal baru aja masuk 2 mingguan, tapi udah langsung libur lagi... Dan kamis besok gue dikasih amanat buat ngajar mata pelajaran aktivitas di kelas program keperawatan. Well, bloggers doakan saja semoga lancar yaaa... soalnya murid gue badung-badung bangetttt...
3. Di tahun 2011 ini gue punya beberapa keinginan yang insya ALLAH akan terwujud dan harus diwujudkan!
Pertama....gue pengen meningkatkan skill gue di bidang bahasa.. Yap, gue pengen banget ikutan les bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Kalau les bahasa Inggris emang bukan hal yang baru untuk gue, tapi gue ingin meningkatkan skill gue lagi, soalnya ngerasa kalau akhir-akhir ini agak kacau semenjak jarang digunain lagi
Kedua... Gue pengen belajar secara otodidak (syukur-syukur bisa diajarin sama orang yang kompeten) tentang adobe photoshop, photography, dan ngedesain baju... Well, emang semua bidang yang gue sebutin di atas berbeda jauh sama pendidikan S1 yang telah gue tempuh yaitu tentang keperawatan.Rencananya siy 3 hal itu mau gue jadiin lahan bisnis.. Hmm.. mudah-mudahan aja bisa terwujud.. amiiin

Walaikumsalam

Senin, 29 November 2010

Ayunkanlah Satu Langkah Lagi

Bertarunglah satu ronde lagi. Setelah kakimu begitu kelelahan sehingga kamu harus menyeretnya ke tengah ring, bertarunglah satu ronde lagi. Seteleh lenganmu begitu kelelahan sehingga kamu hampir-hampir tidak bisa lagi mengangkat tangan untuk bertahan, bertarunglah satu ronde lagi. Setelah hidungmu berdarah, matamu lebam dan kamu begitu kelelahan sehingga kamu menginginkan lawanmu menginginkan rahangmu dan menidurkanmu, bertarunglah satu ronde lagi. Karena orang yang selalu bertarung satu ronde lagi tidak pernah terkalahkan..! (James J. Corbett)



Ada pepatah Cina yang mengatakan, "Perjalanan satu mil dimulai dengan satu langkah." Jarak satu mil jauh, tetapi sejauh apa pun sebuah jarak yang ditempuh, itu pasti diawali dengan satu langkah. Satu langkah itu begitu pendek, seperti tak berarti apa-apa, tetapi kalau selangkah demi selangkah terus dilakukan, maka langkah-langkah itu pun akhirnya akan mencapai jarak satu mil.

Kesuksesan, keberhasilan dalam hidup, adalah sebuah target yang besar, sebuah jarak yang jauh. Impian ini membutuhkan langkah demi langkah yang tanpa henti untuk menujunya. Terkadang kesuksesan itu ada pada langkah yang keseratus, suatu jarak yang tidak terlalu jauh, tetapi kadang pula kesuksesan itu ada pula pada langkah keseribu, dimana kita harus merasa lelah dulu dalam melangkahkan kaki. Tak ada yang tahu dimana letak kesuksesan masing-masing orang. Yang kita tahu adalah bahwa kita harus terus melangkah dan tidak mencoba untuk berhenti sebelum menemukan impian yang dituju. Apabila jarak langkah kaki telah sampai pada langkah yang keseratus dan kesuksesan itu belum juga ditemukan, ayunkanlah satu langkah lagi, satu langkah lagi. Ketika langkah kaki telah mencapai langkah ke dua ratus, dan kitatelah merasa lelah tetapi sukses belum juga tergapai, kembali ayunkan satu langkah lagi, satu langkah lagi. Dan jika langkah kaki telah mencapai langkah kelima ratus, dan jari kaki kita telah tersandung berkali-kali hingga berdarah-darah dan kita merasa sudah tidak kuat lagi, sementara sukses belum juga ketemu, teruslah ayunkan satu langkah lagi, satu langkah lagi! Yang penting jangan pernah berhenti! Jangan pernah bertindak konyol dengan berhenti dan menyerah kalah pada satu langkah, karena kita tak pernah tahu bahwa sukses itu ternyata ada pada satu langkah berikutnya...



-Copy from 'Gapailah Impianmu' by Hoeda Manis, page 71-73-

Jumat, 15 Oktober 2010

Indonesia Career Expo 2010 (part 2)

Well, gue bakal ngelanjutin petualangan gue di job expo tanggal 13 Oktober kemaren.. Cerita part 1 kemaren sampai ketika gue kebingungan mencari mushola di Braga City Walk.

Dengan menggunakan lift akhirnya gue sampai di B1, dan di depan lift tepat mushola khusus wanitanya berada. Hmm.. awalnya pas naek lift sempet takut juga siy, soalnya di sana sepi banget, jadi lift juga cuma di isi 2 orang, waktu itu gue dengan tukang cleaning service. Takut aja diapa"in gitu di dalam lift, secara tempatnya sempit dan cuma berdua lagi.. Hiiiii.. untung aja kejadian buruk kaya gitu gak terjadi, dan alhamdulillah dengan mulus gue sampai di depan musholanya.

Setelah sholat gue memutuskan untuk rehat sejenak sambil menghabiskan waktu, secara waktu itu masih sekitar jam 1 dan itu artinya gue harus menunggu pengumuman bank mandiri selama 2 jam lagi. Dan akhirnya gue berdiam diri dengan imaji yang melayang-layang entah kemana selama kurang lebih 15 menit di mushola itu. Gue pun masih bingung mau ngapain untuk bisa mengisi waktu luang selama 2 jam itu. Akhirnya gue memutuskan untuk sekedar lihat-lihat di area Braga City Walk yang kebetulan waktu itu memang sedang sepi. Setelah itu, gue memutuskan untuk kembali ke landmark, dan pengunjung yang berdatangan pun masih terlihat sangat banyak.. Huft... nampaknya agak sedikit hipoksia (kekurangan asupan oksigen) kalau lama" berada di antara mereka. Karena gak betah lama" berdiri diantara jobhunters yang lainnya, gue pun memutuskan untuk kembali duduk di tempat yang sama, di area depan panggung. Gak berapa lama kemudian ada presentasi dari sebuah perusahaan yang bergerak dalam pembuatan mobile application, daripada gak ada kerjaan, akhirnya gue perlahan mulai memperhatikan presentasi itu, dan.. sepertinya waktu itu hanya gue yang benar" menyaksikan serta memperhatikan presentasi dari perusahaan itu. Hahaha...

Bosan dengan presentasi akhrinya gue memutuskan untuk meng-sms beberapa orang. Diantaranya Vivi dan Mba.. ya sekedar curhat mengenai kebetean gue saat itu. Huft.. menunggu emang sesuatu yang menyebalkan bagi semua orang! Dan menunggu selama kurang lebih 2 jam adalah sesuatu yang membosankan buat gue. Sempat kepikiran untuk pulang aja dan mengabaikan pengumuman itu, karena gue sendiri amat sangat gak yakin kalau bisa kepilih.. Tapi yaudahlah, gue gak boleh setengah", dan udah terlanjur nunggu juga masa pulang dengan gak bawa hasil, ya meskipun mungkin hasil pengumumannya mengecewakan nantinya..

Memperhatikan sekelilling orang nampaknya menjadi sesuatu yang bisa diandalkan untuk menghilangkan kejenuhan kita saat menunggu. Dan ada seorang cewe seumuran gue yang duduk di sebelah gue, gue perhatikan dia, kayanya dia juga datang sendiri dan sedang menunggu pengumuman bank mandiri juga. Gue pun memberanikan diri untuk menyapanya dan sekedar bertanya basa basi.  Well, waktu menunjukkan hampir jam 3, gue pun memutuskan untuk ke toilet sebelum akhirnya ke depan pintu masuk untuk melihat apakah sudah ada pengumuman dari bank mandiri. Dan ternyata benar saja, sudah terpampang pengumuman dan hasilnya..... seperti udah gue duga: nama gue gak ada di situ! Okelah, menutupi kekecewaan, gue gak mau berlama-lama lagi disana karena hari juga udah semakin sore, akhirnya gue langsung cabut dari sana dan naik angkot menuju Kings selanjutnya menuju pangkalan damri kalapa-tanjung sari. Alhamdulillah waktu itu bis masih ada, padahal gue takut kalau udah gak ada bis.

Di bis, gue meniatkan diri untuk tidur.. Secara capek banget seharian jalan" sendirian.. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam, akhrinya nyampe Jatinangor juga. Alhamdulillah, meskipun sendiri, gue masih dengan selamat nyampe nangor. Well, meskipun begitu, ada sedikit kekecewaan yang gue rasakan dengan tidak membuahkan hasilnya pada saat job expo kemaren.. Rasanya belum ada tanda" yang mengisyaratkan kalau status gue yang 'jobhunter' akan berubah jadi 'employee'..

Yah,, bersabar sajalah.. Mungkin usaha gue harus lebih ekstra lagi, dan perubahan status gue membutuhkan proses yang lebih lama lagi...

Kamis, 14 Oktober 2010

Indonesia Career Expo 2010 (part 1)


Kemaren gue berkunjung ke Indonesia Career Expo 2010 yang diadain oleh jobstreet.com, telkomsel, dan ITT Telkom. Well, sebenarnya , acara job expo semacam ini udah jadi inceran gue beberapa waktu yang lalu. Saking ngincernya gue sampe rela browsing dan cari" info mengenai job expo yang akan diadain dalam waktu" dekat di  Bandung. Dan setelah beberapa kali browsing di Google, akhirnya gue mendapatkan jadwal jobexpo di daerah Bandung dari jobstreet.com

Finally, hari yang ditunggu pun datang. Hahaha.. meuni geleuh kaya hari yang special gimana gitu yaak?! Ya, yang jelas event semacam jobexpo kaya gini adalah sesuatu yang gue tunggu", soalnya ini jadi kesempatan emas buat gue untuk cari kerja. Setelah kesempatan emas buat cpns depkes yang selangkah lagi mau gue ikutin akhirnya terjegal hanya gara" masalah birokrasi, alias keribetan beresin ijazah cuma karena belum dapet tanda tangan rektor, jadi gue gak bisa melengkapi berkas buat dikirim sebagai kelengkapan pendaftaran online.

Flashback sebentar kepada kegagalan gue melanjutkan pendaftaran ke cpns depkes... Ada kesedihan dan kekecewaan mendalam yang gue rasakan. Boro" bisa ikutan tesnya, mau daftar aja gak  bisa  cuma gara" ijazah gue belum beres karena belum ditandatanganin rektor. Padahal gue udah berjuang setengah mati ngurus" SKCK, kartu kuning sebagai syarat kelengkapan ikutan cpns. Tapi nyatanya itu kebentur cuma gara" masalah ijazah! Sebeeelll.. bgt! Sedih... Kecewa yang gak bisa diungkapkan.. Rasanya nyesekk gimana gitu.. perjuangan gue dengan begitu mudahnya dihancurkan cuma gara" masalah ini. Padahal gak tiap tahun depkes buka formasi lowongan cpns untuk S1 Keperawatan... Rasanya berkurang satu kesempatan berharga untuk gue..Rasanya harapan gue untuk segera dapet kerja makin menipis, ya meskipun cpns bukan satu"nya jalan yang bisa kasih gue kerjaan dan belum tentu keterima juga, cuma tetep aja gondok di hati!

Dan, okelah gue pun mulai bisa menerima kenyataan itu. Toh selama ini hidup itu tidak selalu sesuai apa yang kita inginkan. Dan.. tentunya masih ada banyak kesempatan lain di luar, salah satunya ya dengan jobexpo ini.

Oke, back to job expo. Seperti yang udah gue bilang kalau gue sangat antusias akan adanya job expo ini, makannya gue jauh" hari udah nyiapin segala sesuatunya  salah satunya legalisir transkrip nilai dan surat keterangan lulus. Oia, FYI, buat kmu yang baru pertama datang ke job expo atau job fair semacam ini, ada beberapa hal yang harus kamu siapin, diantaranya adalah:
  1. CV atau daftar riwayat hidup yang dibuat semenarik mungkin dan dicopy sebanyak-banyaknya.
  2. Surat lamaran atau application letter yang diketik dan dikosongkan di bagian posisi juga alamat yang ditujukan. Biasanya kalau job expo gitu, kan kita belum tau mau masukin lamaran di perusahaan mana dan dengan posisi apa. Jadi pas nyampe sana kita  bisa menuliskan dengan menggunakan pulpen dibagian yang kita kosongkan itu.
  3. Pas foto warna 3x4 dan 4x6 sebanyak-banyaknya dengan pose yang formal yaa...
  4. Fotocopy KTP
  5. Foto copy ijazah atau kalau yang belum keluar ijazahnya (seperti gue) bisa pake SKL (Surat Keterangan Lulus) yang tentunya udah di cap atau dilegalisir pejabat kampus setempat.
  6. Foto copy transkrip nilai yang juga udah dilegalisir (optional)
  7. Amplop cokelat bertali ukuran A4 sebanyak-banyaknya.. Tapi biasanya kalau di job expo kaya gitu jarang perusahaan yang minta di amplopin. Tapi siapin aja..
  8. Sertifikat yang bisa menunjang CV kamu misalnya TOEFL, atau sertifikat dari Lomba-lomba yang pernah kamu ikutin
  9. Duit untuk biaya pendaftaran, biasanya sekitar 20ribu
Saran gue, kita harus mempersiapkan semua berkas-berkas di atas pas masih di rumah, dengan cara di satukan dengan penjepit kertas yang kecil (kalau bisa jangan pake staples soalnya kalau dicabut bisa sobek). Jadi pas nyampe sana begitu kita mau drop CV kita gak perlu repot-repot menyatukannya, soalnya di sana itu pasti penuh dan ribet.

Yap, selanjutnya gue bakal sedikit share pengalaman mengautis gue di job expo kemaren! Berangkat pagi dari Jatinangor dengan tujuan supaya masih fresh dan gak banyak orang. Awalnya janjian bareng temen senasib yang juga gak ikutan profesi, tapi karena suatu hal akhirnya kita gak bareng dan dia gak jadi dateng ke job expo, simpelnya... gue berangkat sendiri.. 

Sebenarmya ada perasaan kecewa siy, soalnya awalnya kita emang janjian mau ke sana bareng, tapi yasudahlah mungkin emang udah jalannya gue harus benar" berjuang sendiri... Daaaaan... sesampainya disana, ternyata orang" berpakaian rapi udah berjubel di area pintu masuk landmark braga. Rata-rata berpakaian formal dan menggunakan kemeja. Oia, FYI juga, kalau mau dateng ke acara job expo gitu, sebaiknya pakailah pakaian yang formal dan rapi, kaya kita mau dateng ke wawancara kerja aja. Jadi sebisa mungkin pakai kemeja, celana bahan (buat cowok), rok, dan sepatu. Soalnya, biasanya setahu gue, acara job expo kaya gitu, kalau kita beruntung kita bisa langsung ikutan tes dan wawancara! Jadi prepare your self, well!

Sesampainya di sana, gue langsung mengantri untuk mendaftar dan membayar tiket masuk seharga 20ribu! Setelah tiket didapatkan, gue masuk sambil dikasih cap dibagian tangan sebagai tanda kalau kita adalah bagian dari peserta job expo. Pada job expo kali ini, ada sekitar 30an perusahaan yang membuka stand dan lowongan kerja. Mulai dari Telkomsel, bank Mandiri, PT AXA MANDIRI, bank sinarmas, Kalbe Farma, Axioo dan masih banyak perusahaan lainnya.

Stand paling pertama yang gue kunjungi adalah stand-nya Telkomsel secara itu stand yang paling depan. Tapi begitu liat lowongannya gue langsung cabut, secara itu sebagian besar buat mereka yang lulusan teknik. Sementara gue lulusan S1 Keperawatan. Oke.. beralih dari satu stand ke stand lain... Dan akhirnya gue memasukkan sekitar 6 surat lamaran ke 6 perusahaan. Dan dari semua lowongan itu, gak ada yang spesifik untuk sarjana keperawatan, ada siy satu buat keperawatan, tapi untuk D3 dan nantinya bakal jadi perawat. hahaha... bukan gue bangettt! :P

Setelah puas muter" kesana kemari mengunjungi satu persatu stand perusahaan yang ada, akhirnya gue memutuskan untuk duduk di area depan panggung. Ya lumayanlah istirahat sejenak sambil menunggu pengumuman apakah gue lolos seleksi administrasi yang di adain sama PT AXA MANDIRI dan Bank Mandiri. Kalau untuk PT AXA Mandiri katanya nanti kita di sms dan kalau lolos kita bisa langsung interview hari itu juga jam 13.30. Sementara kalau bank Mandiri kita harus nunggu sampai jam 3 apakah kita bisa lolos untuk ikut interview hari berikutnya atau engga.

Oke akhirnya gue memutuskan untuk menunggu sampai jam 3. Sambil menunggu gue akhirnya memutuskan untuk sholat dzuhur dulu. Berhubung yang gue tahu mushola deket situ cuma ada di Braga City Walk, akhirnya gue pun beranjak sendiri kesana. Jaraknya gak terlalu jauh siy dari landmark, sekitar 100 meteran aja.  Tapi tapi... gue lupa musholanya terletak dilantai berapa. Akhirnya dengan ke-soktauan gue itu, gue pun memutuskan untuk naek sampai ke lantai 3. Duh agak khawatir juga siy soalnya di sana sepi banget. Dan gue pun memutuskan untuk bertanya pada salah seorang CS dimana musholanya berada. Setelah di kasih tau kalau mushola ada di lantai B1, alias di daerah basement, dan harus pake lift menuju kesana, akhirnya gue pun memutuskan mencari lift terdekat di daerah situ......

to be continued.....

Jumat, 08 Oktober 2010

Fitness for First Time


Siang tadi, gue akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya fitness. Hihi.. sebenernya keinginan untuk fitnes sudah ada sejak dulu, sejak sebelum gue sibuk mengerjakan skripsi. Cuma kesempatannya belum ada dan akhirnya baru bisa terlaksana siang tadi.

Well, mendengar kata fitnes yang gue pikir adalah gue harus mempersiapkan beberapa items. Misalnya kaya baju training, fisik, air mineral, dan sepatu. Untuk  3 perlengkapan sebelumnya memang bisa menyesuaikan, tapi gue inget kalau gue gak punya sepatu olahraga. Sepatu olahraga gue yang dibeliin Tomy beberapa bulan lalu udah gue buang secara udah butut dan udah sobek alasnya.. Ya maklumlah sepatu yang murah jadi kualitasnya juga sebanding.

Siang tadi sebelum fitness gue memutuskan untuk membeli sepatu olahraga yang baru. Tadinya masih akan tetep beli sepatu serupa yang harganya juga serupa. Cuma gue pikir" kalau sepatu serupa gue juga masih punya di rumah, dan pastinya kalau gue beli sepatu yang sama, takutnya cepet rusak lagi. 

Hm.. setelah hunting" di beberapa toko di Jatos, akhirnya gue jatuh hati sama sepatu putih bergaris motif warna baby blue.. Lucu deh.. Cewe banget tapi gak norak.. Untuk urusan sepatu gue emang suka warna" netral seperti putih, hitam dan cokelat. Tapi seperti gue duga, harganya emang jauh lebih mahal dari sepatu gue sebelumnya. Tapi gue pikir gapapalah kalau emang sebanding sama kualitasnya. Dan.. perasaan jatuh cinta itu gue pendam sejenak, karena gue harus balik dulu ke kosan ngambil duit, secara waktu itu duit yang gue bawa cuma 50 rebu... hihihi...

Dan.. akhiryna setelah mencoba cobi.. gue dengan bahagianya membeli sepatu itu! heheh.. lumayan niy harganya 5x dari harga sepatu gue sebelumnya yang gampang rusak :P

Dari agenda beli sepatu itu, gue balik lagi ke kosan buat prepare sebelum fitness. Prepare buat ganti baju, ganti celana traning, dan merawanin sepatu baru... hehehe

Taraaa..!! akhirnya gue sampai di tempat fitnes. Secara baru pertama kali dateng, gue yang kaya orang bego langsung disuruh make satu alat fitnes yang sistem kerjanya kaya sepeda, digoes gitu...
Okelah.. gue coba! hahaha.. awal" gue ngerasa kok lambat banget yak gue ngegoesnya.. hahaha.. liat kanan kiri, liat aktivitas yang dilakuin orang lain, takut mereka ada yang ngeliatin gue, takut diketawain karena gue ngegoesnya pelan banget  dan sekuat tenaga.. hahaha. perasaan ,gue mirip kaya mamang beca ngegoes becaknya yang berat.. hahaha..

Tapi gue tetep stay cool. Bodo amat ah.. namanya juga pemula, maklumlah klo model goesannya kaya mamang becak juga. Lama" gue mulai menikmati, apalagi ngeliat pemandangan gerimis di luar jendela yang meneduhkan ditambah lagu" beatnya Lady Gaga dan BEP yang diputer, jadi bikin tambah semangat.. Kata instrukturnya, gue cukup lima menita aja.. tapi ternyata buat pemula gue sanggup goes selama 10 menit dan membakar 70 kalori.. Hahaha.. yes yes.. ada juga kalori yang kebakar..

Oke, bosan dengan gaya goesan mamang becak, gue pun memutuskan untuk bilang ke instrukturnya buat ganti alat fitnes. Dan sekaran jatuh di treadmill.. Karena ini di settingnya manual selama 5 menit juga, jadi sistem kerjanya, treadmill bakal jalan kalo kaki gue juga jalan.. semakin gue jalan cepet, semakin cepet juga lintasannya bergerak. Huft... lumayan! 5 menit bikin kaki gue pegel dan mulai agak kram.. Aduh.. aduh.. tapi intensitasnya gak terus"an cepet siy, jadi masih ada sisa tenaga..

Setelah mencoba 2 alat itu, gue memutuskan untuk istirahat sebentar. Soalnya baru segitu aja udah capek banget dan bikin gue kepayahan. Tanpa gue duga sebelumnya, waktu itu pas gue istirahat gue malah jadi tambah payah. Aduh, kepala gue spontan pusing dan sedikit berkunang-kunang, lemeeessss banget rasanya, perut gue juga mendadak perih dan pas gue liat muka gue di kaca ternyata omigod!! muka gue udah pucet banget!! Wah, gue mulai was-was.. Gue tau ini tanda" mau pingsan..Damn! Masa baru fitnes segini aja gue udah mau pingsan siy. Duh jangan sampe.. jangan smape.. malu"in aja!

Dan untuk mengumpulkan setengah nyawa dan tenaga gue yang sempat menghilang, gue sampai membutuhkan waktu 15 menit untuk beristirahat. Sempat kepikiran untuk nyerah dan pulang aja. Pake alesan ada keperluan mendadak kek, biar gak malu dan gak keliatan payah, tapi kalo gue pulang, emang gue kuat gitu sampe kosan.. Ini aja masih setengah sadar... Ngeliat gue yang payah gitu, untung aja instrukturnya baik dan ngerti klo gue pemula jadi perlu waktu istirahat yang banyak untuk beradaptasi..jadi dia mengizinkan gue beristirahat dulu. 

Dan setelah 15 menit beristirahat, alhamdulillah keadaan gue udah mulai membaik dan kesadaran gue juga penuh lagi. Huft,, hampir aja gue nyerah. Malu"in aja, masa udah bela"in sepatu baru udah langsung nyerah. Kalau ada Tomy pasti diledekin (ahh.. Tomy lagi! padahal gue lagi gak ingin mengingat dia.. rasa kangen yang menumpuk dan gak terobati bikin gue 'sakit')

Oke, setelah nyawa gue kumpul lagi, akhirnya gue bangkit lagi! haahhaha.. dan sekarang gue disuruh nyoba alat yang sistem kerjanya muter" di tempat duduk. Jadi gue duduk ditempat duduk yang bunder dan bisa berputar sambil pegangan di besi yang ada di depannya, trus gue muter" deh.. Katanya fungsinya siy buat menggerakan otot di sekitar perut dan pinggang. Lumayan asik juga.. Setelah itu gue juga make alat yang hampir mirip dan tapi ini bedanya gue dalam posisi berdiri. Mengingat tujuan utama gue untuk mengecilkan perut, gue jadi semangat make alat" yang fungsinya mengarah ke daerah sekitar perut.

Habis itu, gue disuruh pake alat yang ngebantu buat sit-up. Soalnya gue bilang ke instrukturnya, gue pengen ngecilin perut. Jadi disodorin deh alat itu. Simpel siy, cukup mengaitkan kaki kita, ke bawah, dan kita dalam posisi kepala dibawah juga, jadi badan kita secara tidak langsung dibuat melengkung gitu.. Well, ini juga gak kalah asyik. Berasa banget otot" di sekitar perut berkontraksi. Hampir 30 itungan gue di situ. Lumayan juga bikin perut 'kerja'. Heeheh..

Gak kerasa waktu udah hampir 1,5 jam gue di situ. Makin banyak yang dateng buat fitnes. Padahal lebih nyaman tadi pas gue baru awal dateng. Huft.. lama" gue cape dan mulai berasa otot" di kaki kontraksi. Jadilah gue memutuskan untuk udahan. 

Setelah membereskan kerudung, dan mengganti sepatu dengan sandal akhirnya gue pun membayar biaya fitnes yang jumlahnya cuma 10ribu. Kalau sebelum jam 3 sore bayarnya cuma 7500. Well, pengalaman yang cukup seru fitnes pertama ini. Semoga gue gak kapok dan bisa dateng rutin, demi ngedapetin bentuk tubuh yang oke. Yang penting siy buat ngecilin perut. Hehehe.. doakan saja gue berhasil ya...


ini sepatu yang harganya5x lebih mahal dari sepatu lama gue.. hihi.. alhamdulillah masih bisa beli :)


Ini alat fitness pertama yang gue pakai, ternayata namanya 'exercise bike' . hahaha.. gue baru tau :P


kalau ini alat yang gue pake buat sit up.. namanya 'sit up curve' caranya kaki kita dikaitkan di kedua pegangannya, terus badan kita melengkung ke bawah, jadi gerakan sit up kita dibantu kaki yang ditahan sama pengaitnya..


kalau ini pasti udah tau semua, ini namanya 'treadmill'
 

Septina Priyanti's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design